Undangan Sosialisasi Program Kerja Ta'mir


                                                                                                                 Sumpiuh, 21 Maret 2021

No.Surat  :  01/IV/2021   

Perihal      :  Undangan

Lampiran :  -                                                                                                Kepada Yth.

                                                                                                                     Bapak/Ibu....

                                                                                                                     Di tempat

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Allohumma Shalli ‘ala Muhammad

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

 

Dalam rangka memakmurkan Masjid Kalimasada dan menyambut Bulan Ramadhan 1442 H, kami mengundang Jama’ah Masjid Kalimasada sekalian untuk berkenan menghadiri musyawarah yang Insya Alloh akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal    : Selasa, 23 Maret 2021 (Malam Rabu)

Waktu                : 20:00 – selesai

Tempat              : Masjid Kalimasada, Desa Lebeng

Acara                 : 1. Sosialisasi Program Kerja Takmir Masjid

                            2. Sosialisai Program Ramadhan

Demikian undangan dari kami. Besar harapan kami semoga Jama’ah sekalian berkenan hadir pada waktunya. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

 

Ketua Ta’mir

 

 

NGUBAIDILLAH, M.Pd

 

       Sumpiuh, 21 Maret 2021

Sekretaris

 

 


 

YATINO

 

 

 

Share:

Khutbah Menyambut Bulan Ramadhan

 

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Amma ba’du

 

Ummatal Islam

Tak lama lagi kita akan berjumpa dengan sebuah bulan yang mulia yang merupakan kesempatan yang besar yang Allah sediakan untuk kita semuanya untuk meraih ampunan Allah Jalla wa Ala.

 

Allah syariatkan bulan  ramadhan sama sekali bukan untuk memberatkan kita semuanya. Akan tetapi karena Allah ingin agar hati kita menjadi bening kembali. Allah ingin dengan bulan Ramadhan, kita mendapatkan  ampunan Allah Jalla wa Ala. Allah ingin dengan bulah Ramadhan, kita ditempa dengan pendidikan yang luar biasa. Sehingga menjadi hamba-hamba yang bertakwa kepada Allah

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)

 

Allah menyebutkan hikmah dari pada shiyam. Yaitu agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Karena sesungguhnya takwa itulah modal utama untuk masuk ke dalam surga. Takwa itu adalah merupakan bekal yang paling utama dalam kehidupan dunia. Sebagaimana Allah mengatakan:

فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

“Sesungguhnya sebaik-baiknya perbekalan adalah ketakwaan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 197)

 

Ummatal Islam,

Dibulan Ramadhan, kalau kita perhatikan sepertinya kita tampak lelah untuk menahan dahaga dan lapar. Akan tetapi dibalik itu ada sebuah perkara yang luar biasa. Ketika kita lelah, kelelahan itulah ia akan menimbulkan kebahagiaan

Apatah jadinya kalau kita mengharapkan surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi dan kenikmatannya tak terhingga? Maka saudaraku, ketika kita disuruh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala lapar dan dahaga dibulan Ramadhan, tiada lain hakikatnyanya adalah supaya hati kita semakin menjadi bening.

 

Cobalah lihat orang-orang yang shaum itu, ia lebih dekat kepada Allah dan lebih dekat kepada ketakwaan. Karena dengan shaum itu, syahwatnya pun kemudian dijadikan terikat. Sehingga orang yang berpuasa, saudaraku. Syahwatnya menjadi sempit. Saat itulah hatinya akan menjadi bening dan ia selalu mengharapkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Ummatal Islam,

 

Orang yang beriman dan menginginkan surgaNya, ketika melihat didalam bulan Ramadhan banyak sekali kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan ampunan, ia pasti bergembira. Sedangkan orang yang hatinya mengharapkan dunia dan syahwatnya, ketika melihat bulan Ramadhan ia akan menjadi sesuatu yang beban dalam hidupnya. Bahkan berat terasa di hatinya.

 

Ummat Islam,

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan kesempatan-kesempatan yang ada dibulan Ramadhan. Beliau bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Ini kesempatan yang Allah sediakan. Seseorang yang berpuasa dibulan Ramadhan telah dijamin oleh Allah dengan ampunan yang besar. Karena ketika ia berkuasa, ia mau untuk meninggalkan semua kenikmatan dan kelezatan yang biasa kita rasakan diselain bulan Ramadhan. Tapi ketika kita tinggalkan itu karena Allah, karena mengharapkan wajah Allah semata, karena mengharapkan surga Allah, maka Allah sudah pasti janjikan untuknya ampunan yang besar di sisi-Nya.

 

Ummatal Islam,

Maka dengan datangnya bulan Ramadhan, sambutlah dia dengan kegembiraan. Karena sungguh ini kesempatan kita semua untuk meraih ampunan Allah. Kesempatan kita untuk memperbaiki hati dan jiwa kita. Kesempatan untuk semakin kita menjadi hamba-hamba yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demi Allah, hanya orang-orang yang menginginkan akhirat saja yang bergembira. Hanya orang-orang yang menginginkan ridha Allah saja yang ia semangat padanya. Adapun orang-orang yang mengharapkan dunia dan syahwatnya, bagi dia itu sesuatu yang memberatkan hidupnya.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

 

KHUTBAH KEDUA – KHUTBAH JUMAT RAMADHAN TERBAIK: MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

 

Ummatal Islam,

Para Salafush Shalih betul-betul menikmati Ramadhan dengan membaca Al-Qur’an. Mereka menikmati bulan Ramadhan dengan ibadah dan ketakwaan. Maka tidak aneh ketika Ramadhan telah hampir pergi mereka menangis sedih. Karena mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa dalam ibadah kepada Ar-Rahman.

 

Sementara kita, kita tidak merasakan kebahagiaan itu. Kita tidak mendapatkan kenikmatan ibadah tersebut. Ketika datangnya bulan Ramadhan, hati kita terkadang menjadi berat. Ketika Ramadhan hendak pergi, kita pun malah bergembira. Karena memang kita tidak merasakan kenikmatan-kenikmatan yang dirasakan oleh Salafush Shalih.

 

Maka kita berusahalah saudaraku, bagaimana caranya Ramadhan ini menjadi sesuatu yang menikmatkan hati kita dan jiwa kita, menjadi sebuah kebahagiaan ketika kita bisa bermunajat kepada Allah Jalla wa Ala.

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن التَّوَّابِين

اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن المتَّقِين

اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾

فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Share:

AD ART Takmir Masjid Kalimasada

Download AD ART Takmir Masjid Kalimasada
 
Share:

Visi dan Misi Takmir Masjid Kalimasada

 

VISI

Terwujudnya masjid sebagai tempat peribadatan yang nyaman dan sebagai pusat kegiatan Keislaman warga masyarakat.

MISI

  1. Membina keimanan, ketaqwaan, dan ahlak masyarakat muslim dengan cara-cara yang sesuai dengan Al-quran dan As-Sunnah.
  2. Menggali, mengembangkan dan memantapkan segenap potensi masyarakat muslim.
  3. Mengembangkan persaudaraan antar sesama masyarakat muslim, dan kerjasama antar warga.
  4. Mengembangkan dan meningkatkan kepekaan, kepedulian, peran serta dan solidaritas warga muslim terhadap permasalahan-permasalahan kebangsaan dan kerakyatan dalam lingkup ekonomi, pendidikan, politik, hukum, sosial, dan budaya.
  5. Berperan aktif dalam kegiatan amar ma’ruf nahi munkar.
  6. Menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan Al-Quran, As-Sunnah dan Hukum Negara.

Share:

Ayat - Ayat Al Qur'an tentang Masjid



إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta (tetap) menegakkan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. – (Q.S At-Taubah: 18)

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ * لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ * أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ * لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Dan mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menginginkan kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu pendusta (dalam sumpahnya). (107) Janganlah engkau melaksanakan shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau gunakan untuk melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri. (108) Maka apakah orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan mengharap keridhaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, kemudian (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (109) Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (110) – (Q.S At-Taubah: 107-110)

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan ingatlah ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (seraya mengatakan), “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, orang yang beribadah, serta orang yang rukuk dan sujud. – (Q.S Al-Hajj: 26)

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ * رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ * لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah Allah perintahkan untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang, (36) orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut akan hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), (37) (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas. (38) – (Q.S An-Nur: 36-38)

Share:

Program Kerja Ta'mir Masjid Kalimasada 2021-2022

PROGRAM KERJA TA’MIR

MASJID KALIMASADA

Periode 2021-2022

Desa Lebeng , Kec. Sumpiuh, Kab. Banyumas

KETUA

  1. Mengkoordinir seluruh program kerja organisasi
  2. Mengadakan rapat rutin
  3. Pembuatan AD ART Ta’mir Masjid

SEKRETARIS

  1. Pembuatan Profil Masjid
  2. Pembuatan Website Masjid
  3. Pengadaan Buku Notulensi Rapat
  4. Pengadaan Buku Surat Menyurat
  5. Legalisasi Tanah Wakaf  Masjid

BENDAHARA

  1. Pengadaan Buku KAS
  2. Laporan Rutin KAS di Papan dan Website
  3. Pembuatan Rekening Ta’mir Masjid

BIDANG MUSLIMAT

  1. Pengadaan Kajian Muslimat

BIDANG SARANA DAN PRASARANA

  1. Pendataan Inventaris Masjid
  2. Pembuatan Mading
  3. Pembuatan Papan Informasi
  4. Pengecatan Masjid

BIDANG HUMAS

  1. Mensosialisasikan program ta’mir ke masyarakat
  2. Menerima kritik dan saran dari masyarakat

BIDANG KEPEMUDAAN DAN KEGIATAN KEAGAMAAN

  1. Pengadaan Perpustakaan Masjid
  2. Pengadaan Panitia Zakat
  3. Pengadaan Panitia Kurban
  4. Pembentukan Organisasi Kepemudaan Masjid
  5. Pengadaan Kajian Pekanan
  6. Pengadaan TPQ
  7. Pembuatan Jadwal Khutbah
  8. Pembuatan Jadwal Bilal

Share:

Sejarah Berdirinya Masjid Kalimasada Desa Lebeng, Sumpiuh, Banyumas

 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ <-> 

Awal mula berdirinya Masjid Kalimasada dimulai dari kepedulian seorang kyai yang bernama Pak Jadi. Karena melihat di Dukuh Lebeng Kunal belum ada masjid satupun, maka beliau mendirikan masjid di tahun 1995.

Pak Jadi pun dibantu warga dan pengurus takmir, namun karena suatu alasan, Pak Jadi mundur. Beliau kembali ke asalnya.

Sontak, membuat takmir yang saat itu diketuai oleh Pak Tukiman, menjadi bingung. Karena masjid tidak mempunyai Kyai.

Pak Tukiman pun mendatangi Pondok Pesantren Mbathil di Kabupaten Kebumen, meminta Pengasuh Pondok untuk mengutus santri menjadi kyai di Masjid Kalimasada.

Terpilih lah seorang santri yang bernama Pak Nurafid. Datang lah beliau ke Dusun Lebeng Kunal bersama istrinya. Untuk keperluan tempat tinggal, beliau diberi fasilitas rumah seadanya oleh warga. Aktivitas keagamaan pun mulai ramai, dari anak-anak sampai orang tua.

Namun, semua itu tidak bertahan lama. Sekitar 3 bulan, Pak Nurafid didatangi orang tuanya, lalu diminta pulang ke daerah asalnya. Beliau pun menurut.

Masjid Kalimasada kembali mengalami kekosongan kyai. Pak Tukiman pun sebagai Ketua Takmir bingung lagi.

Alhamdulillah, seorang santri telah selesai ngaji di pesantrennya yang bernama Pak Muslihudin. Beliau diminta oleh Pengurus Takmir, menjadi Kyai. Pak Muslihudin pun menyanggupi.

Akhirnya sampai sekarang Masjid Kalimasada diasuh oleh Pak Kyai Muslihudin.

Share:

Youtube Kami

⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓ ⇓